Ketika Mbah Midi dijambret, Bagas bersama sekutunya — Galuh dan Damar — membantunya dan justru menemukan bahwa Mbah Midi menyimpan rahasia besar: sebuah petunjuk menuju “harta berdarah” yang diincar banyak penjahat. Dengan hanya selembar saputangan berinisial dan puisi misterius sebagai petunjuk, tiga sahabat muda itu harus memecahkan teka-teki dengan cepat sebelum para penjahat mendeka…