Abad Pesugihan Ndoro Angas adalah antologi puisi pendek dalam bahasa Tegal (Tegalan) yang ditulis dengan pola puisi khas Kur 267. Pola ini terdiri dari tiga baris: baris pertama 2 suku kata, baris kedua 6 suku kata, dan baris ketiga 7 suku kata. Buku ini menampilkan sekitar 150 puisi karya 23 penyair, baik senior maupun pemula, yang menggambarkan kehidupan masyarakat Tegal dengan gaya khas dan …
Antologi ini merekam respons para penyair Tegalan terhadap awal pandemi Covid-19. Lewat bentuk KUR 267—genre puisi pendek yang sedang berkembang di komunitas Tegalan—para penulis menyuarakan kegelisahan, ajakan beraktivitas di rumah, hingga kepasrahan dan harapan. Judul “Kota Beton” merujuk pada situasi Tegal saat akses jalan diblokir beton demi menahan pergerakan warga, menjadi penanda…
Antologi ini memperkenalkan “wangsi”—perpaduan wangsalan (teka-teki/pepatah tradisi Jawa) dan puisi—sebagai genre baru puisi Tegalan. Ditulis oleh lebih dari selusin penyair dari Tegal, Slawi, dan Brebes, buku ini merayakan kearifan lokal, bahasa ibu, humor khas, sekaligus kritik sosial yang renyah. Dibimbing dan disunting oleh Lanang Setiawan bersama para penggagas gerakan sastra Tegal…
The book titled, "Amangkurat Nero Van Java" is a collection of writings in the Moci column that I wrote in the online media Pantura..com. With determination to spread and lead to a high degree of my mother's language, it is hoped that the stigma of being rude and lacking manners will fall by itself, because in the writing it uses short story writing techniques.
Antopology Puisi Dua Bahasa
Buku antologi sastra dua bahasa tegalan - inggris karya Lanang Setiawan.
Seprapat abad punjul, para sastrawan Tegalan nggetih madep mantep ngurubna geni ora esuk ora awan ora bengi, njagani geni gerakan sastra tegalan aja kosih sipet. Puluhan karya wis mbabar. Ora puisi, cerpen, novel, esai, naskah drama, film, tetembangan, kur 27, wangsi, wangsikur, lan folklor tegalan terus ngibar.
Sebuah referensi sekaligus lorong waktu untuk menjenguk masa berabad silam tentang asal-usul wilayah dan peristiwa yang tak pernah kita saksikan karena itu betapa pentingnya kita miliki.
Dengan menggelar perhelatan "Jed-jedan Maca Puisi Tegalan", sekarang semakinlah aku tahu bahwa kekuatan Sastra Tegalan nyata-nyata memiliki kandungan "gizi" cukup tinggi, berpeluang menjadi bagian dari kebudayaan nasional. Kita tahu, kebanyakan orang menganggap bahasa kami rata-rata hanya dipakai oleh masyarakat berkasta rendah. Oleh karenanya sering dipinggirkan, diremehkan dan dianaktirikan a…
Aku merasakan ulu hatiku ditusuk-tusuk jarum goni, sekaligus merasakan ada kesedihan gelap dan rasa kehilangan yang diam-diam mengepung seluruh batinnya. Segera saja aku remas jari-jemarinya berusaha meredakan badai jiwa yang haru biru.