Perpustakaan Eka Pustaka
Cerita Rakyat Sulawesi Tengah: Si Kakek Sakti, Si Tanduk Alam
Di negeri Banggai, Sulawesi Tengah, hiduplah seorang ahli emas pendatang asal Palembang bernama Tanduk Alam. Selain ulung membuat perhiasan emas untuk kalangan istana Raja Adi Cokro, ia dikenal sebagai sosok yang bijaksana, rendah hati, dan taat menyebarkan ajaran agama. \
\
Perpustakaan Digital Budaya Indonesia+ 1\
\
\
\
Suatu hari, kepanikan melanda Kerajaan Banggai karena Putri kesayangan Raja Adi Cokro diculik oleh bajak laut/pasukan Tobelo dan disembunyikan di Pulau Sagu. Pasukan kerajaan yang dikirim untuk menyerang selalu gagal karena kalah jumlah. Atas saran para pembantu raja (basalo), Raja Adi Cokro akhirnya meminta bantuan kepada Tanduk Alam. \
\
Perpustakaan Digital Budaya Indonesia+ 2\
\
\
\
Tanduk Alam menyanggupi tugas tersebut dengan satu syarat: ia tidak ingin membawa banyak pasukan agar tidak timbul korban jiwa. Bersama empat orang basalo yang mengantarnya menggunakan perahu, mereka berangkat ke Pulau Sagu. \
\
Perpustakaan Digital Budaya Indonesia\
\
\
\
Sesampainya di perbatasan pulau, keajaiban terjadi. Setelah memanjatkan doa, Tanduk Alam menghilang secara gaib menggunakan kesaktiannya. Tanpa terlihat oleh para penjaga Tobelo, ia menyusup ke kamar tempat sang Putri disekap. Ia meminta sang Putri memejamkan mata sambil memegang tangannya, lalu keduanya seketika menghilang dan berpindah ke perahu secara selamat. \
\
Perpustakaan Digital Budaya Indonesia\
\
\
\
Sebagai wujud rasa syukur dan terima kasih, Raja Adi Cokro menawarkan hadiah melimpah. Namun, dengan kedermawanannya, Tanduk Alam hanya meminta sebidang tanah rawa kosong untuk ditanami sagu dan buah-buahan. Keberhasilan perkebunan tersebut kemudian ia bagikan ilmunya kepada rakyat Banggai sehingga kehidupan masyarakat setempat menjadi sejahtera dan makmur.
Informasi Detail
- Penerbit
- Surabaya : Mitra Cendekia., 2000
- Deskripsi Fisik
- 64 Hlm, 18 cm
- Bahasa
- language_name
- Klasifikasi
- 398
- Edisi
- cetakan pertama
- Subjek
- Pernyataan Tanggungjawab
- MB. Rahimsyah
Komentar
Anda harus masuk sebelum memberikan komentar