Text
Tegal Berjuang 1945–1950
Bayangkan kota Tegal sebagai panggung kecil tetapi panas di mana tak hanya pasukan bersenjata beradu strategi, tetapi juga warga sipil, pemuda, dan mantan tentara bergabung dalam drama perkasa kemerdekaan. Dari ketegangan detik-detik menjelang proklamasi hingga malam-malam penuh aksi saat mengusir kembali upaya pendudukan Belanda, Tegal Berjuang 1945–1950 menempatkan pembaca tepat di tengah barisan prajurit lokal—dengan nama-nama batalion, daftar peleton, foto-foto lama, dan catatan harian yang membuat sejarah terasa personal dan hidup. Buku ini wajib bagi pembaca yang ingin memahami bagaimana sejarah nasional terwujud melalui perjuangan konkret di tingkat kota dan desa.
Tidak tersedia versi lain